Sebuah website memiliki fungsi lebih dari sekadar menampilkan informasi. Pengunjung juga berinteraksi dengan menu, tombol, gambar, formulir, dan berbagai elemen saat menjelajahi halaman. Jika setiap bagian bekerja dengan baik, pengunjung bisa menemukan informasi dengan lebih cepat dan nyaman.
Pengalaman pengguna dalam website atau user experience menjadi bagian penting dalam pengembangan situs. Karena itu, pemilik website perlu melihat situs dari sudut pandang pengunjung, bukan hanya dari sisi tampilan. Website yang terlihat menarik belum tentu terasa nyaman jika pengunjung kesulitan mencari informasi atau harus menunggu halaman terlalu lama.
Pahami Tujuan Pengunjung
Setiap orang memiliki tujuan ketika membuka website. Ada yang ingin mencari informasi, membandingkan produk, membaca artikel, atau menghubungi sebuah bisnis. Oleh sebab itu, pemilik website perlu memahami kebutuhan tersebut sebelum menyusun halaman.
Kemudian, tempatkan informasi penting pada bagian yang mudah ditemukan. Hindari membuat pengunjung melewati terlalu banyak langkah hanya untuk mendapatkan jawaban sederhana. Dengan begitu, setiap elemen website memiliki fungsi yang jelas dan mendukung perjalanan pengunjung.
Buat Navigasi yang Sederhana
Setelah memahami kebutuhan pengunjung, perhatikan struktur navigasi. Menu membantu pengunjung berpindah dari satu halaman ke halaman lain. Karena itu, gunakan nama menu yang singkat, jelas, dan mudah dipahami.
Selain itu, kelompokkan halaman berdasarkan topik yang saling berkaitan. Website bisnis, misalnya, bisa menyediakan menu produk, layanan, tentang kami, artikel, dan kontak. Sementara itu, toko online bisa mengelompokkan produk berdasarkan jenis atau kategorinya.
Dengan struktur tersebut, pengunjung tidak perlu membuka banyak halaman secara acak untuk menemukan informasi.
Perhatikan Kecepatan Halaman
Selanjutnya, periksa kecepatan website. Halaman yang membutuhkan waktu lama untuk terbuka bisa mengganggu kenyamanan pengunjung. Bahkan, orang bisa meninggalkan situs sebelum membaca isi halaman.
Karena itu, periksa ukuran gambar, script, plugin, dan berbagai elemen lain yang memengaruhi waktu pemuatan. Kompres gambar dan hapus komponen yang tidak memberikan manfaat penting.
Setelah melakukan perbaikan, uji kembali kecepatan halaman. Dengan cara ini, pemilik website bisa mengetahui perubahan performa secara lebih jelas.
Gunakan Desain yang Konsisten
Selain kecepatan, konsistensi desain juga memengaruhi pengalaman pengguna. Pertahankan pola visual pada tombol, font, warna, jarak, dan posisi elemen utama di berbagai halaman.
Misalnya, jika tombol utama menggunakan bentuk tertentu pada halaman pertama, gunakan pola yang serupa pada halaman lainnya. Dengan demikian, pengunjung bisa mengenali fungsi setiap elemen tanpa harus mempelajari ulang cara menggunakan website.
Buat Konten Mudah Dibaca
Konten yang informatif tetap membutuhkan penyajian yang nyaman. Oleh karena itu, pecah paragraf panjang menjadi bagian yang lebih pendek. Gunakan subjudul untuk membagi pembahasan berdasarkan topik.
Kemudian, gunakan daftar ketika ingin menjelaskan beberapa poin sekaligus. Pilih bahasa yang sederhana dan jelaskan istilah teknis yang mungkin belum dipahami pembaca.
Dengan susunan tersebut, pengunjung bisa memindai halaman terlebih dahulu sebelum membaca informasi secara lengkap. Alhasil, mereka lebih mudah menemukan bagian yang sesuai dengan kebutuhannya.
Sesuaikan Website dengan Perangkat Mobile
Saat ini, pengunjung bisa membuka website melalui smartphone, tablet, maupun komputer. Karena itu, pemilik situs harus memastikan tampilan tetap nyaman pada berbagai ukuran layar.
Periksa ukuran teks, posisi gambar, menu, tombol, dan kolom konten. Pastikan setiap elemen tetap berada dalam area layar dan tidak saling bertumpuk.
Selain itu, coba buka website melalui beberapa perangkat. Setelah itu, perbaiki bagian yang terasa sulit digunakan pada layar tertentu.
Buat Interaksi yang Jelas
Selanjutnya, berikan petunjuk yang jelas ketika pengunjung ingin melakukan tindakan. Tombol seperti “Beli Sekarang”, “Hubungi Kami”, “Baca Selengkapnya”, atau “Daftar” langsung menunjukkan tujuan kepada pengguna.
Letakkan tombol sesuai dengan konteks halaman. Jangan menempatkan terlalu banyak tombol utama dalam satu area karena pengunjung bisa bingung menentukan pilihan.
Sebaliknya, gunakan satu tindakan utama pada bagian yang memang membutuhkan perhatian lebih besar. Dengan demikian, pengunjung bisa memahami langkah berikutnya dengan lebih mudah.
Permudah Pengisian Formulir
Formulir sering muncul pada halaman kontak, pendaftaran, pemesanan, atau permintaan informasi. Oleh sebab itu, buat formulir sesederhana mungkin.
Tanyakan hanya informasi yang benar-benar dibutuhkan. Kemudian, gunakan label yang jelas pada setiap kolom. Jika pengunjung melakukan kesalahan, berikan petunjuk yang langsung menjelaskan bagian yang harus mereka perbaiki.
Selain mempersingkat proses, formulir yang sederhana membuat pengunjung lebih nyaman ketika ingin menghubungi bisnis.
Jaga Keamanan Website
Keamanan juga berhubungan dengan pengalaman pengguna. Pengunjung akan merasa lebih nyaman ketika website menggunakan HTTPS dan menjelaskan penggunaan data secara transparan.
Selain itu, periksa halaman yang meminta informasi pribadi, terutama formulir kontak dan halaman pembayaran. Gunakan perlindungan yang sesuai dan hindari meminta data yang tidak berkaitan dengan kebutuhan layanan.
Dengan pendekatan tersebut, website tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga membantu membangun kepercayaan pengunjung.
Sediakan Informasi yang Mudah Ditemukan
Kemudian, pastikan informasi penting memiliki lokasi yang jelas. Pengunjung seharusnya bisa menemukan kontak, alamat, layanan, produk, atau informasi lainnya tanpa melakukan terlalu banyak pencarian.
Gunakan footer untuk menempatkan informasi tambahan yang ingin pengunjung akses dari berbagai halaman. Selain itu, manfaatkan internal link untuk menghubungkan pembahasan yang saling berkaitan.
Evaluasi Perilaku Pengunjung
Setelah semua bagian berjalan, lakukan evaluasi secara berkala. Perhatikan halaman yang sering dikunjungi, jalur perpindahan pengunjung, serta bagian yang jarang mendapat interaksi.
Kemudian, gunakan data tersebut untuk menentukan perbaikan. Jika banyak pengunjung berhenti pada halaman tertentu, periksa kembali isi, navigasi, kecepatan, atau elemen interaksinya.
Kesimpulan
Pengalaman pengguna dalam website mencakup banyak aspek, mulai dari navigasi, kecepatan halaman, desain, konten, tampilan mobile, interaksi, formulir, hingga keamanan. Karena semua bagian tersebut saling berkaitan, pemilik website perlu mengelolanya secara menyeluruh.
Selain itu, jangan hanya mengejar tampilan yang menarik. Utamakan kemudahan pengunjung dalam menemukan informasi dan menyelesaikan tujuan mereka. Kemudian, gunakan data untuk mengevaluasi bagian yang masih membutuhkan perbaikan.
Jika ingin mengembangkan pengalaman pengguna sekaligus meningkatkan performa website di mesin pencari, pemilik situs juga bisa mempertimbangkan jasa seo website sesuai kebutuhan.
Rahma Yani adalah seorang pelajar yang memiliki minat di bidang SEO dan digital marketing serta aktif mempelajari strategi optimasi untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari.
